fbpx
PENTINGNYA JIHAD HARTA DALAM MEMBANGUN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM  DAN DENGAN KEKUATAN BERJAMAAH PONPES YADUL ULYA BISA TERWUJUD

PENTINGNYA JIHAD HARTA DALAM MEMBANGUN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DAN DENGAN KEKUATAN BERJAMAAH PONPES YADUL ULYA BISA TERWUJUD

Oleh ; Bambang Abdul Aziz

Fb Advertiser Yayasan Tahfidz Garut

 

Untuk membangun sebuah lembaga pendidikan Islam yang profesional tidak cukup hanya mempunyai keinginan yang kuat, relasi yang erat, ilmu yang sudah ketat, namun ada satu hal yang vital harus ada yakni sumber finansial yang cukup. Sejauh yang saya ketahui belum ada sebuah lembaga pendidikan Islam katakanlah Pondok Pesantren dibangun tanpa ada sokongan dana dari pemilik lembaga pendidikan tersebut baik dari perseorangan atau keluarga. Dan biaya menjalankan operasionalnya umumnya berasal dari peserta didik atau santri, minimal untuk biaya listrik dan biaya makannya, sedangkan untuk asatidz/guru tidak dianggarkan. Inilah yang menjadi lembaga pendidikan pesantren sulit untuk berkembang karena kurangnya biaya yang mendukunya. 

Dalam Islam harta adalah salah satu elemen penting dalam pengamalan ajaran agamanya, seperti Jihad, zakat, dan sedekah, semuanya memerlukan harta. Harta juga menjadi penunjang penting dalam ibadah seperti membeli baju untuk menutup aurat, dan membeli makanan untuk jadi energi tubuh supaya mampu dalam melaksanakan ibadah. 

Pentingnya harta dalam keterlibatannya dalam Islam sebagai salah satu jalan ibadah yang harus dilakukan oleh orang – orang mukmin, dalam QS. Attaubah ayat 11 Allah SWT berfirman :

 

إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللّهِ فَاسْتَبْشِرُواْ بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar” (QS. At-Taubah [9]: 111)

Harta sebagai hal yang harus dikeluarkan pada jalan Allah merupakan suatu keharusan yang dilakukan oleh seorang mukmin, dan begitu pentingnya hal ini sampai Allah SWT mengancam orang – orang yang tidak mengeluarkan hartanya pada jalan Allah SWT, bisa dilihat dalam QS. Attaubah ayat 34 dan 35

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At-Taubah [9]: 34, 35).

Mengeluarkan harta pada jalan Allah SWT banyak macamnya sesuai dengan syariat yang menjadi perintah atau anjuran untuk mengeluarkan harta tersebut. Ada yang bersifat wajib seperti zakat, dan ada yang bersifat sunnah/anjuran yaitu sedekah. 

Karena kesempurnaan Islam, Allah SWT membuat syariat sedekah sebagai salah satu solusi atas masalah kekurangan dalam finansial, pemberi sedekah di janjikan oleh Allah SWT pahala yang melimpah dan hidup yang lebih berkah dari sisi penerima sedekah masalah finansialnya bisa terbantu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588) . Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang? Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan: .

“Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal: Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.” .

Di Pondok Pesantren Yadul Ulya Garut dalam pembangunannya tidak terlepas dari tangan – tangan dermawan umat yang tanpa pamrih memberikan sebagian hartanya untuk pembangunan pesantren. Kami hanya mempunyai ide dan gagasan ingin membangun Pesantren yang menggratiskan biaya pendidikannya bagi seluruh anak indonesia, lalu diteruskan kepada umat, dan alhamdulillah banyak sekali para dermawan yang berpartisipasi dalam projek kebaikan ini. 

Ada dua jenis donasi yang kita tawarkan, yang pertama donasi yang dipakai habis, dan kedua donasi tidak dipakai habis (abadi). Donasi yang dipakai habis adalah donasi yang dimana uang dari donatur dipakai untuk biaya operasional pesantren, diantaranya biaya listrik, biaya makan santri, biaya honor asatidz, dan biaya lainnya. Adapun donasi yang tidak dipakai habis berupa wakaf, atau biaya yang terkumpul dari donatur/muwakif diperuntukan untuk membangun infrastruktur pesantren, seperti asrama, masjid, toilet, dan fasilitas lainnya. 

Wakaf. tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta dan menjadi jalan untuk meraih ridha dan ampunan-Nya, karena nilai manfaatnya tidak hanya dinikmati di dunia saja, tapi juga dipetik hingga di akhirat nanti. Wakaf termasuk amal ibadah yang istimewa bagi kaum muslim, karena pahala amalan ini bukan hanya dipetik ketika pewakaf masih hidup, bahkan pahalanya juga tetap mengalir terus meskipun pewakaf telah meninggal dunia. Semakin banyak orang yang memanfaatkannya, maka semakin bertambah pula pahalanya. Wakaf tak hanya mendatangkan manfaat bagi pewakaf, tapi juga penerima wakaf. Karena saat kita melepas harta sebagai wakaf, maka bulir-bulir kebaikan dan manfaat akan lahir seiring pahala yang terus mengalir.

Pertama kali saya mendengar ada sebuah pesantren yang menggratiskan semua biaya pendidikanya khususnya bagi orang yang tidak mampu, saya penasaran apa motivasi mereka mengadakan pendidikan gratis disaat banyak orang yang berlomba – lomba membangun lembaga pendidikan untuk kepentingan komersial?

“Pendidikan Gratis Adalah Hak Semua Anak” oh, ternyata inilah motivasi dari Ponpes Tahfidz Yadul Ulya memberikan fasilitas pendidikan berkualitas dan terjangkau bagi semua orang,

Memang Pendidikan adalah hal yang paling terpenting seperti yang dikatakan oleh Nelson Mandella “Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan pendidikan, Anda dapat mengubah dunia” juga ditambahkan oleh tokoh penting India Mahatma Gandhi “Hiduplah seolah engkau mati besok. Belajarlah seolah engkau hidup selamanya”. 

Ponpes Yadul Ulya adalah sebuah mimpi dari ribuan donatur yang meng-infak-kan sebagian rezekinya untuk membangun pesantren ini, betapa antusiasme masyarakat indonesia mengikuti program ini sangat besar satu-satunya niat mereka adalah Lillah karena Allah SWT  “Jika seseorang bepergian dengan tujuan mencari ilmu, maka Allah akan menjadikan perjalanannya seperti perjalanan menuju surga” Nabi Muhammad SAW.

Pendidikan Agama sangat penting sekali pada zaman ini, disaat degredasi moral semakin parah dibumi pertiwi ini, perzinahan, pembegalan, narkoba marak di anak muda. Pondok Pesantren adalah benteng terakhir untuk menyelamatkan anak muda Indonesia dari efek negatif globalisasi dan serbuan budaya barat ke Indonesia.

Maka kita harus dukung Pendidikan Agama ini seperti yang dikatakan Albert Einstein “Agama tanpa ilmu adalah buta. Ilmu tanpa agama adalah lumpuh”. Semoga dengan adanya Ponpes Tahfidz Yadul Ulya Garut, bisa mendidik generasi Qur’ani paham agama dan baik akhlanya. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *