fbpx
Silaturahmi Akbar bersama Tokoh Masyarakat Panawuan

Silaturahmi Akbar bersama Tokoh Masyarakat Panawuan

Acara silaturahmi pondok pesantren yadul ulya dengan tokoh Masyarakat kampung panawuan pada tanggal 16 November 2019 berjalan dengan lancar, acara dimulai dari pukul 16.00 hingga pukul 17.30 WIB dan mendapat respone positif dari masyarakat sekitar. Pada awal acara, dimulai dari sabtutan dari ketua pembina Yayasan Tahfidz Garut, Muhammad Angga Tirta Widya beliau menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan dengan beberapa tujuan, diantaranya:

  1. Sebagai perkenalan dari kami, sebagai lembaga pendidikan berbentuk pesantren yang hadir dilingkungan sekitar bapak/ibu. Kami ingin lebih mengenalkan apa itu pesantren yadul ulya. Pesantren ini didirikan oleh 4 orang yang mempunyai latar belakang yang berbeda. Dari 4 orang ini ada yang berasal dari muhammadiyah, persis dan nahdiyin. Latar belakang yang berbeda ini di satukan oleh satu visi yang sama yaitu ingin menjadi jalan perbaikan umat melalui pendidikan berbasis qur’an. kami fokus pada hal yang menyatukan kerja dakwah, kerja amal, kerja untuk agama dan kerja untuk umat dan semoga Allah SWT meridhoi dan memberikan kepada kami hari yang ikhlas berjuang hanya untuk meraih kedudukan yang mulia di sisi Allah. Yadul Ulya diharapkan menjadi pesantren lintas manhaj, lintas komunitas, lintas pemikiran, bahkan semoga menajdi tempat pemersatu umat tanpa melihat latar belakang perbedaan. Kami bercita-cita, yadul ulya menjadi tempat ternyaman bagi semua umat islam tanpa melihat organisasi mana dia berasal. Itu sebabnya dipesantren ini tidak ada samsa sekali debat tentang perbedaan, kami fokus menjadi solusi. Selain itu di Pesantren Yadul Ulya juga ingin menjadi solusi bagi masyarakat sekitar dengan menyediakan banyak lapangan pekerjaan serta peluang usaha. Dengan dibukanya berbagai bisnis dan usaha pesantren, kami berharap bisa semakin banyak membuka lowongan pekerjaan. Diantara bisnis yang sudah dijalankan adalah, peternakan domba, konveksi baju muslim, air isi ulang untuk terapi kesehatan dan restoran.
  1. Tujuan kedua yaitu berkolaborasi dengan program-program yang bertujuan untuk umat, yaitu:
  • Program ekonomi berupa bantuan usaha, pembukaan lowongan pekerjaan dan lain-lain.
  • Program pendidikan bisa dengan membuat kursus keterampilan menjahit, bertani modern, beternak dan juga pelatihan pengembangan usaha.
  • Program sosial bisa berupa perbaikan sarana umum dianataranya mesjid, pembuatan sumur dan lain-lain
  1. Tujuan ketiga yaitu mengajak semua pihak untuk bekerja sama membangun lingkungan, kemandirian desa, membangun budaya maju di desa tempat kita bersama tinggal. Menjadikan desa panawuan menjadi desa unggulan, unggul dalam melahirkan masyarakat terbaik dimata Allah SWT dan juga desa yang nyaman bagi penghuni juga bagi tamu yang datang, namun tetap menjaga norma kehidupan berdasarkan Qur’an dan Hadits.

Setelah penyampain sambutan dari ketua pembina Yayasan tahfidz Garut, dilanjutkan oleh penyampaian sambutan dari Pimpinan Pondok Pesantren yadul ulya garut, Ust. Salman El-Syifa. Beliau memaparkan beberpa program yang ada di pesantren yadul ulya garut, dan beliau juga meminta bimbingan dari masyarakat sekitar karena pondok pesantren yadul ulya ini masih baru dan minim pengalaman.

Sejarah Kelahiran Rasulullah dan  Perayaan Maulid Nabi Muhamad Salallahu’alaihi wassalam

Sejarah Kelahiran Rasulullah dan Perayaan Maulid Nabi Muhamad Salallahu’alaihi wassalam

Oleh: Hapidin (Santri Akademi Guru)

Umat Islam memperingati Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW setiap tanggal 12 Rabiul Awal yang kali ini bertepatan dengan Sabtu, 9 November 2019. Sejarah Maulid Nabi merupakan perjalanan penting dalam kehidupan Rasulullah dan juga agama Islam.

Nabi Muhammad lahir dari ibu bernama Aminah dan ayah bernama Abdullah. Menurut riwayat, Nabi Muhammad lahir di Makkah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal pada tahun pertama sejak peristiwa tentara bergajah atau Amul Fiil atau tahun 571 kalender Romawi. Pendapat lain juga menyebut Nabi lahir pada 9 Rabiul Awal. Namun, pendapat yang terkenal adalah pada 12 Rabiul Awal. Hal ini sesuai dengan Hadis Riwayat Muslim.

“Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab, hari Senin adalah hari aku dilahirkan,” bunyi Hadis Riwayat Muslim, dikutip dari buku Sejarah Hidup Nabi Muhammad karya Abdul Somad.

Saat NabiMuhammad lahir, diriwayatkan Ibnu Sa’ad Ahmad ibn Hanbal Darini, cahaya menerangi istana-istana di Rum. Nama Muhammad diberikan oleh sang kakek Abdul Mutalib, pemegang kunci Kakbah. Abdul Mutalib membawa Muhammad masuk ke dalam Kakbah, lalu seekor kambing disembelih sebagai bentuk akikah.

Dikuti dari buku Intisari Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hazm al-Andalusi, Nabi Muhammad tumbuh sebagai seorang yatim. Ayahnya meninggal saat belum genap berusia 3 tahun. Saat Nabi lahir, tak ada yang mau menyusuinya karena tergolong miskin. Namun, seorang ibu bernama Halimah Sa’diyah dengan ikhlas mau menyusui Muhammad meski ASI-nya sulit keluar.

Keikhlasan Halimah pun diberi balasan oleh Allah Swt. Keledai kurus milik Halimah menjadi berisi dan ASI-nya kembali lancar. Ustaz Yusuf Mansyur memaknai salah satu kisah dalam Sejarah Maulid Nabi ini dengan, siapa pun yang dekat kepada Nabi Muhammad akan diberi kelancaran mengarungi kehidupan. Dari kisah ini, dapat diambil hikmah bahwa siapa saja yang dekat dengan Nabi akan diberi kemudahan, rezeki ngalir terus.

Saat anak-anak dan masa remaja, tanda-tanda kenabian Muhammad sudah terlihat. Misalnya, seperti malaikat Jibril yang membelah dada dan mencuci jantung Nabi. Saat masa remaja ketika pergi berdagang, seorang pendeta Bahira juga melihat tanda kerasulan Muhammad.

Nabi Muhammad lalu menerima wahyu pertama pada saat berusia 40 tahun di Gua Hira. Nabi memiliki empat sifat yakni benar, dapat dipercaya, menyampaikan, dan cerdas. Rasulullah meninggal dalam usia 63 tahun pada hari Senin di bulan Rabiul Awal. Nabi Meninggal setelah sakit selama 12 hari.

Sejarah Maulid Nabi atau Kelahiran Nabi dapat dijadikan momentum untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah dengan meneladani kisah dan sifat-sifat Rasulullah. Lalu seperti apa perayaan Maulid Nabi Muhammad Salallahu’alaihiwassalam, apa hukum memperingati maulid nabi. Pembahasan mengenai hal itu akan penulis jelaskan dalam uraian berikut

  1. Hukum Memperingati Maulid nabi Muhammad Salallahu’alaihi wassalam,

Di indonesia khususnya banyak sekali masyarakat yang merayakan kelahiran Nabi Muhammad Salallahu’alaihiwassalam, Hukum perayaan maulid Nabi:

Sebenarnya, dengan mengetahui asal muasal perayaan maulid yang dibuat oleh sebuah kelompok sesat tidak perlu lagi dijelaskan tentang hukumnya. Karena saya yakin bahwa seorang muslim yang taat pasti tidak akan mau ikut merayakan perhelatan sesat ini.

Akan tetapi mengingat bahwa sebagian orang masih ragu akan kesesatan perhelatan ini maka dipandang perlu menjelaskan beberapa dalil (argumen) yang menyatakan haram hukumnya merayakan hari maulid Nabi shallallahu `alaihi wasallam.

Diantara dalilnya:

  1. Allah taala berfirman:

…  ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ  ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلٰمَ دِينًا  ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِى مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ  ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيم

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (Q.S. Al Maidah: 3 ).

Ayat di atas menjelaskan bahwa agama islam telah sempurna tidak boleh ditambah dan dikurangi, maka orang yang mengadakan perayaan maulid Nabi yang dibuat setelah rasulullah shallallahu `alaihi wasallam wafat, berarti perayaan maulid nabi jelas menetang ayat ini dan menganggap agama belum sempurna masih perlu ditambah. Maka Sungguh peringatan maulid bertentangan dengan ayat di atas.

  1. Hadist Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam

Hadist 1

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)

 

Hadits 2

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim no. 1718)

Hadits 3

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan,

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. Muslim no. 867)

Selengkapnya di: https://muslim.or.id/11456-hadits-hadits-tentang-bidah.html

Hindarilah amalan yang tidak ku contohkan (bid`ah), karena setiap bid`ah menyesatkan”. HR. Abu Daud dan Tarmizi.

Peringatan maulid Nabi tidak pernah dicontohkan Nabi, berarti itu adalah bi’dah, dan setiap bi’dah adalah sesat, berarti maulid peringatan Nabi adalah perbuatan sesat. Ketiga hadist di atas menjelaskan bahwa setiap perbuatan yang tidak dicontoh Nabi tidak akan diterima di sisi Allah subhanahu wa ta’ala, dan peringatan maulid Nabi tidak dicontohkan oleh Nabi berarti peringatan maulid Nabi tidak diterima dan ditolak.

            Dari Ibn Umar beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Dawud, hasan)

Tradisi peringatan hari lahir Nabi Muhammad meniru tradisi kaum Nasrani merayakan hari kelahiran Al Masih (disebut dengan hari natal) , maka orang yang melakukan peringatan hari kelahiran Nabi bagaikan bagian dari kaum Nasrani -wal’iyazubillah-. Hal ini selaras demngan hadist

Peringatan maulid Nabi sering kita dengar dari para penganjurnya bahwa itu adalah perwujudan dari rasa cinta kepada Nabi. Saya tidak habis pikir bagaimana orang yang mengungkapkan rasa cintanya kepada Nabi dengan dengan cara melanggar perintahnya, karena Nabi telah melarang umatnya berbuat bidah. Ini laksana ungkapkan oleh seorang penyair:

Jikalau cintamu kepadanya tulus murni, niscaya engkau akan mentaatinya. Karena sesungguhnya orang yang mencintai akan patuh terhadap orang yang dicintainya

  1. Orang yang mengadakan perayaan maulid Nabi yang tidak pernah diajarkan

Nabi sesungguhnya dia telah menuduh Nabi telah berkhianat dan tidak menyampaikan seluruh risalah yang diembannya. Imam Malik berkata,”orang yang membuat suatu bidah dan dia menganggapnya adalah suatu perbuatan baik, pada hakikatnya dia telah menuduh Nabi berkhianat tidak menyampaikan risalah. Setelah             membaca artikel ini, berdoalah kepada Allah agar diberi hidayah untuk bisa menerima kebenaran dan diberi kekuatan untuk dapat mengamalkannya dan jangan terpedaya dengan banyaknya orang yang melakukannya seperti firman Allah:

Allah SWT berfirman:

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِى الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ  ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (Q.S. Al An’aam: 116 ).

Referensi: Makalah Sejarah Maulid, hukum dan pendapat ulama terhadapnya karya Nashir Moh. Al Hanin dan sumber lain.

Mengabdi untuk Penghafal Qur’an

Mengabdi untuk Penghafal Qur’an

Oleh: Yusi Qori Safitri (Asatidzah)

Kenikmatan memang bisa dirasakan oleh semua orang dengan cara yang berbeda beda, begitupun dengan kenikmatan yang saya rasakan selama mengajar di Pesantren Yadul Ulya ini saya merasakan kenikmatan yang luar biasa pada saat mengajar dan melihat anak didik mampu membaca al-Quran dengan baik, merasakan kenikmatan saat bersiap siap mengajar, membawa perlengkapan materi, dan mengajarkan mereka dengan metode yang di senanginya yaitu metode Kauny, saya juga sedikit lebih tau bagaimana caranya menghadapi anak dengan berbagai karakter yang berbeda beda dan setidaknya saya bisa membantu mereka para penghafal al-Quran kesayangan Allah untuk meraih cita cita dan mimpi mereka untuk menjadi penghafal al-Quran.

 Tidak hanya itu dalam mengajar tak selamanya selalu bahagia dan semangat, pasti semua orang akan merasakan menurunnya semangat juang apalagi kalo sudah terikat dengan kesibukan yang lain, tak jarang saya sering tidak bisa mengatur waktu mengajar dengan kesibukan yang lain. Tetapi menurut saya Al-Quran menjadi solusi dari segala permasalahan tersebut, semakin lama kita berinteraksi dengan al-Quran maka Allah akan memudahkan segala urusan yang kita hadapi dalam hidup, apalagi kalo Ikhlas dalam mempelajarinya. Menurut saya al-Quran itu seperti seorang sahabat, semakin lama persahabatan berlangsung semakin kamu akan tau rahasiannya, karena seorang teman tidak akan mengungkapkan rahasianya kepada seseorang yang duduk bersamanya hanya selama beberapa menit dan kemudian pergi.

Pelaksanaan Program diklatsar (Pendidikan dan Latihan Search dan rescue’) Guru Kuttab Yadul ‘Ulya kolaborasi bersama DT Peduli Garut

Pelaksanaan Program diklatsar (Pendidikan dan Latihan Search dan rescue’) Guru Kuttab Yadul ‘Ulya kolaborasi bersama DT Peduli Garut

Oleh: Hapidin (Santri Yadul ulya)

Bismillahirahmaanirahim

Alhamdulillah pada hari Jum’at 18 oktober 2019, para guru di Pesantren Yadul Ulya mengikuti program Diklatsar Guru Kuttab Yadul ‘Ulya berkolaborasi dengan DT Peduli Garut. Kegiatan awal dimulai dengan Upacara Pembukaan yang dilaksanakan di Lapangan pesantren Yadul Ulya Garut.

Upacara pembukaan diikuti oleh para peserta dan Panitia Diklatsar yang dilaksanakan sebelum keberangkatan menjuju lokasi Diklat. Sedikitnya Pelatihan Diklatsar diikuti oleh 31 peserta yang mana Pelaksanaan Diklatsar dilaksanakan selama tiga Hari 18-20 Oktober 2019.

Ketika pelaksanaan Upcara telah Pimpinan Ponpes Yadul ‘Ulya M. Angga Tirta menargetkan “setiap seluruh peserta memiliki keterampilan dan teknik yang tak membahayakan tim penolongnya sendiri Maupun korbannya, sehingga mereka menjadi Santri yang baik dan Tangguh dalam menghadapi bencana.”

Selama kegiatan diklatsar seluruh peserta diberikan pelatihan-pelatihan sebagai bekal terutama karakter yang harus dimiliki adalah berkarakter Baik dan Tangguh, memiliki disiplin tinggi, memiliki solidaritas yang kuat serta meningkatkan kualitas Adab dan Budi pekerti insan bertakwa.

Kegiatan awal seluruh peserta setelah melaksanakan Upacara melakukan longmarch menuju lokasi Diklatsar cibereum, dari keberangkatan dan tiba dilokasi kurang llebih pukul 15.45 setiba di lokasi para peserta mengikuti kegiatan longmarch, menyimak Tausyiah dan kegiatan-kegiatan lain yang telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan peserta.

Pada hari kedua 19 Oktober 2019 peserta dikumpulkan di lokasi Diklatsar dalam pelatihan Baris Berbaris dan dilatih untuk bisa memanfaatkan waktu serta disiplin. Setiap kelompok di uji untuk menampilkan latihan PBBAB di hadapan peserta Lainnya sekaligus di awasi bagaimana hasil dari latihan PBBAB yang telah dilaksanakan.

Pada sore harinya setelah melaksanakan sholat Magribh seluruh peserta mengikuti kegiatan Tausyiah dan Muraja’ah. Serta ditutup dengan penggalian Hikmah dari awal kegiatan dimulai Sampai akhir. Dan begitu beragam sekali hikmah yang didapat mulai dari meningkatakat kualitas keimanan, pengamalan iman dan lainya.

Seluruh anggota mulai dari pelatih, relawan, panitia dan partisipan yang lainnya berkoordinasi bersana dengan kesabaran dan kerja keras menyukseskan setiap tahapan proses dan Pelatihan tersebut. Dan melahirkan karakter Guru yang BAIK (jujur, Ikhlas, tawadhu) serta KUAT (Berani Disiplin dan tangguh).

Pimpinan Ponpes yadul ‘Ulya panawuan Garut mengingatkan, guru yang paling baik tak hanya bisa ‘memberi’ contoh keteladanan. Melainkan harus berkemampuan ‘menjadi’ teladan bagi seluruh peserta didiknya. “Bina dan didiklah mereka seperti mendidik anak kita sendiri, siapapun dan dari latar belakang sosial mereka, mereka merupakan amanah mulia yang harus kita jaga”. Imbuh ketua pimpinan Ponpes Modern Yadul ‘Ulya Garut ketika menutup Diklatsar tersebut. Ahad (20/10/2019), di Bumi perkemahan cibereum.

Diakhir kegiatan sebagai rangkaian penutupan seluruh Sanri Yadul ‘Ulya mendatangi lokasi Diklatsar di Perkemahan Cibereum. Sebagai bentuk kesiapan dan berharap penuh agar mereka bisa kembali mendapatkan ilmu dari gurunya di Ponpes.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.