fbpx
Mengabdi untuk Penghafal Qur’an

Mengabdi untuk Penghafal Qur’an

Oleh: Yusi Qori Safitri (Asatidzah)

Kenikmatan memang bisa dirasakan oleh semua orang dengan cara yang berbeda beda, begitupun dengan kenikmatan yang saya rasakan selama mengajar di Pesantren Yadul Ulya ini saya merasakan kenikmatan yang luar biasa pada saat mengajar dan melihat anak didik mampu membaca al-Quran dengan baik, merasakan kenikmatan saat bersiap siap mengajar, membawa perlengkapan materi, dan mengajarkan mereka dengan metode yang di senanginya yaitu metode Kauny, saya juga sedikit lebih tau bagaimana caranya menghadapi anak dengan berbagai karakter yang berbeda beda dan setidaknya saya bisa membantu mereka para penghafal al-Quran kesayangan Allah untuk meraih cita cita dan mimpi mereka untuk menjadi penghafal al-Quran.

 Tidak hanya itu dalam mengajar tak selamanya selalu bahagia dan semangat, pasti semua orang akan merasakan menurunnya semangat juang apalagi kalo sudah terikat dengan kesibukan yang lain, tak jarang saya sering tidak bisa mengatur waktu mengajar dengan kesibukan yang lain. Tetapi menurut saya Al-Quran menjadi solusi dari segala permasalahan tersebut, semakin lama kita berinteraksi dengan al-Quran maka Allah akan memudahkan segala urusan yang kita hadapi dalam hidup, apalagi kalo Ikhlas dalam mempelajarinya. Menurut saya al-Quran itu seperti seorang sahabat, semakin lama persahabatan berlangsung semakin kamu akan tau rahasiannya, karena seorang teman tidak akan mengungkapkan rahasianya kepada seseorang yang duduk bersamanya hanya selama beberapa menit dan kemudian pergi.

Pelaksanaan Program diklatsar (Pendidikan dan Latihan Search dan rescue’) Guru Kuttab Yadul ‘Ulya kolaborasi bersama DT Peduli Garut

Pelaksanaan Program diklatsar (Pendidikan dan Latihan Search dan rescue’) Guru Kuttab Yadul ‘Ulya kolaborasi bersama DT Peduli Garut

Oleh: Hapidin (Santri Yadul ulya)

Bismillahirahmaanirahim

Alhamdulillah pada hari Jum’at 18 oktober 2019, para guru di Pesantren Yadul Ulya mengikuti program Diklatsar Guru Kuttab Yadul ‘Ulya berkolaborasi dengan DT Peduli Garut. Kegiatan awal dimulai dengan Upacara Pembukaan yang dilaksanakan di Lapangan pesantren Yadul Ulya Garut.

Upacara pembukaan diikuti oleh para peserta dan Panitia Diklatsar yang dilaksanakan sebelum keberangkatan menjuju lokasi Diklat. Sedikitnya Pelatihan Diklatsar diikuti oleh 31 peserta yang mana Pelaksanaan Diklatsar dilaksanakan selama tiga Hari 18-20 Oktober 2019.

Ketika pelaksanaan Upcara telah Pimpinan Ponpes Yadul ‘Ulya M. Angga Tirta menargetkan “setiap seluruh peserta memiliki keterampilan dan teknik yang tak membahayakan tim penolongnya sendiri Maupun korbannya, sehingga mereka menjadi Santri yang baik dan Tangguh dalam menghadapi bencana.”

Selama kegiatan diklatsar seluruh peserta diberikan pelatihan-pelatihan sebagai bekal terutama karakter yang harus dimiliki adalah berkarakter Baik dan Tangguh, memiliki disiplin tinggi, memiliki solidaritas yang kuat serta meningkatkan kualitas Adab dan Budi pekerti insan bertakwa.

Kegiatan awal seluruh peserta setelah melaksanakan Upacara melakukan longmarch menuju lokasi Diklatsar cibereum, dari keberangkatan dan tiba dilokasi kurang llebih pukul 15.45 setiba di lokasi para peserta mengikuti kegiatan longmarch, menyimak Tausyiah dan kegiatan-kegiatan lain yang telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan peserta.

Pada hari kedua 19 Oktober 2019 peserta dikumpulkan di lokasi Diklatsar dalam pelatihan Baris Berbaris dan dilatih untuk bisa memanfaatkan waktu serta disiplin. Setiap kelompok di uji untuk menampilkan latihan PBBAB di hadapan peserta Lainnya sekaligus di awasi bagaimana hasil dari latihan PBBAB yang telah dilaksanakan.

Pada sore harinya setelah melaksanakan sholat Magribh seluruh peserta mengikuti kegiatan Tausyiah dan Muraja’ah. Serta ditutup dengan penggalian Hikmah dari awal kegiatan dimulai Sampai akhir. Dan begitu beragam sekali hikmah yang didapat mulai dari meningkatakat kualitas keimanan, pengamalan iman dan lainya.

Seluruh anggota mulai dari pelatih, relawan, panitia dan partisipan yang lainnya berkoordinasi bersana dengan kesabaran dan kerja keras menyukseskan setiap tahapan proses dan Pelatihan tersebut. Dan melahirkan karakter Guru yang BAIK (jujur, Ikhlas, tawadhu) serta KUAT (Berani Disiplin dan tangguh).

Pimpinan Ponpes yadul ‘Ulya panawuan Garut mengingatkan, guru yang paling baik tak hanya bisa ‘memberi’ contoh keteladanan. Melainkan harus berkemampuan ‘menjadi’ teladan bagi seluruh peserta didiknya. “Bina dan didiklah mereka seperti mendidik anak kita sendiri, siapapun dan dari latar belakang sosial mereka, mereka merupakan amanah mulia yang harus kita jaga”. Imbuh ketua pimpinan Ponpes Modern Yadul ‘Ulya Garut ketika menutup Diklatsar tersebut. Ahad (20/10/2019), di Bumi perkemahan cibereum.

Diakhir kegiatan sebagai rangkaian penutupan seluruh Sanri Yadul ‘Ulya mendatangi lokasi Diklatsar di Perkemahan Cibereum. Sebagai bentuk kesiapan dan berharap penuh agar mereka bisa kembali mendapatkan ilmu dari gurunya di Ponpes.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.